Pages

Selasa, 31 Januari 2012

Susu dan Garam

Nasrudin dan Ali merasa haus, mereka pergi ke sebuah warung untuk minum. Karena uang mereka hanya cukup untuk membeli segelas susu maka Mereka memutuskan membagi segelas susu untuk berdua.
Ali : “kamu minum dulu setengah gelas,Karena aku hanya punya gula yang hanya cukup untuk satu orang. Aku akan menuangkan gula ini ke dalam susu bagianku.”
Nasrudin : “Tuangkan saja sekarang dan aku akan minum setengahnya.”
Ali : “Aku tidak mau. Sudah kukatakan, gula ini hanya cukup membuat manis setengah gelas susu”
akhirnya Nasrudin pergi ke pemilik warung dan kembali dengan sekantung garam.
Nasrudin : “Ada berita baik. Seperti telah kita setujui, aku akan minum susu ini lebih dulu. Aku akan minum bagianku dengan garam ini.”
Ali : “apa….?”

Sekalian Saja Bawa Semuanya

Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya, tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya. Pada suatu hari orang kaya itu memanggilnya, katanya, “Nashruddin kemarilah kau. Kau ini baik, tetapi lamban sekali. Kau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus. Kalau kau kusuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus. Kau pergi ke warung, kemudian kembali membawa satu telur, kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telur lagi, dan seterusnya, sehingga untuk beli tiga telur kamu pergi tiga kali ke warung.”
Nashruddin menjawab, “Maaf, Tuan, saya memang salah. Saya tidak akan mengerjakan hal serupa itu sekali lagi. Saya akan mengerjakan sekaligus saja nanti supaya cepat beres.”
Beberapa waktu kemudian majikan Nashruddin itu jatuh sakit dan ia pun menyuruh Nashruddin pergi memanggil dokter.Tak lama kemudian Nashruddin pun kembali, ternyata ia tidak hanya membawa dokter, tetapi juga bebarapa orang lain.
Ia masuk ke kamar orang kaya itu yang sedang berbaring di ranjang, katanya, “Dokter sudah datang, Tuan, dan yang lain-lain sudah datang juga.” “Yang lain-lain? Tanya orang kaya itu. “Aku tadi hanya minta kamu memanggil dokter, yang lain-lain itu siapa?”
“Begini Tuan!” jawab Nashruddin, “Dokter biasanya menyuruh kita minum obat. Jadi saya membawa tukang obat sekalian. Dan tukang obat itu tentunya membuat obatnya dari bahan yang bermacam-macam dan saya juga membawa orang yang berjualan bahan obat-obat-an bermacam-macam. Saya juga membawa penjual arang, karena biasanya obat itu direbus dahulu, jadi kita memerlukan tukang arang. Dan mungkin juga Tuan tidak sembuh dan malah mati. Jadi saya bawa sekalian tukang gali kuburan.”
               Tau nggak sih, sebenernya itu, jadi diri sendiri lebih gampang dari pada jadi orang lain. Sementara orang yang nggak mau jd diri sendiri pusing bwt ngikutin tren temennya jaman sekarang, kalo orang yang jd diri sendiri cuma bersikap apa adanya, sederhana, dan nggak mau berubah kalo sikapnya udh baik. Padahal masih banyak pekerjaan yang lebih penting dari pada jadi orang lain.
            Bahkan ada sebuah iklan yang bilang gini "Orang lain bersandiwara, gue apa adanya". Itu tandanya jadi diri sendiri "penting", mungkin bisa dibilang sangat penting. Biasanya ciri ciri orang yang jd diri sendiri itu sederhana, nggak mudah terbawa situasi dan kondisi, nggak kebanyakan mau, nggak cuma bisa ikut ikut temen, punya pendirian, dan lain lain.


          Sahabat sebenarnya adalah seorang teman yang kita pilih untuk menjadi keluarga. Seseorang yang selalu ada disaat kita membutuhkannya, dan mau mendengar apa kata hati kita. Orang yang bisa menjadi sahabat memang sedikit, namun orang yang sedikit belum tentu bisa menjadi sahabat.
        Namun, jangan terlalu berkorban untuk sahabat, jangan terlalu terbuka untuk sahabat, karna akan sangat menyakitkan jika sahabat itu telah tak bisa lagi menjadi sahabat.

~Friendship~
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright (c) 2010 Art Chrome. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.